Rabu, 27 Agustus 2008

Satu lagi nih yang seru

Belajar Fisika yang menyenangkan


Kayaknya sudah menjadi stereotype di kalangan pelajar, klo belajar Fisika itu kok rasanya susah banget. Rasanya klo ada pilihan harus belajar Fisika, Kimia, atau Biologi dulu, kebanyakan memilih untuk belajar Kimia atau Biologi dulu sebelum akhirnya harus menyentuh Fisika juga.
‘Supaya ngg pusing pak, klo belajar Fisika nanti keburu pusing duluan. Nanti pelajaran lainnya ngg bisa kesentuh lagi.’
Belajar Fisika itu, sama saja dengan belajar yang lainnya. Yang membedakan hanyalah bidang yang dipelajarinya. Fisika kan memang lebih banyak berurusan dengan ilmu fisik. Belajar fisika bisa dibuat mudah, atau minimal dibuat menyenangkan. Bagaimana caranya?
Berikut tips dan trik dari gw untuk belajar fisika. Mudah2an bisa ngebantu ya:
1. Mulai belajar fisika kalau badan kamu sudah merasa rileks.Kalau badan dalam keadaan rileks, kita merasa lebih tenang dan nyaman untuk melakukan aktifitas, terutama belajar. Banyak hal bisa dilakukan untuk membangkitkan suasana rileks. Kalau dari gw pribadi, gw biasanya menyalakan kipas angin, trus menyalakan radio, dipanteng ke stasiun radio kesayangan.
2. Baca dulu ceritanya, jangan langsung pergi ke rumus.Jangan salah. Fisika pun ada ceritanya. Dalam hal ini, cerita yang gw maksud adalah latar belakang rumus2 tersebut, asumsi2 yang dipakai. Biasanya (terutama dalam pelajaran SMA), rumus2 fisika di buku yang kelihatannya sangat rumit sebenarnya berasal dari konsep yang sederhana. Misalnya konsep tentang gaya, atau tentang energi, yang diturunkan menjadi rumus akhir yang dibutuhkan. BACALAH konsep2 tersebut dahulu, sebelum pergi ke rumus akhir.
3. Dimengertilah dahulu alur rumus dari konsep awal sampai menjadi rumus akhir.Tujuannya adalah supaya kamu mengerti darimana rumus2 itu berasal, semenjak konsep yang mendasarinya sampai menjadi rumus akhir. Setelah kamu mengerti rumus tersebut, adalah hal yang sangat mudah untuk menghapal rumus tersebut. *Bahkan, based on my experience, kamu bahkan nantinya ngg perlu menghapal rumus tersebut lagi
4. Latihan soal-soal.Udah mengerti konsepnya, sekarang saatnya maju ke ‘medan perang’. Ada soal latihan di setiap akhir bab, bantai aja itu soal2. Jangan biarkan ada musuh tersisa. Musuh menyerah kalah dan kamulah pemenangnya
Buku-buku fisika yang kamu punya sedikit banyak juga berpengaruh terhadap seberapa banyak kamu mengerti. Masalahnya, beberapa buku fisika yang beredar hanya menyatakan rumus2 saja, tanpa menjelaskan konsep di belakang rumus2 tersebut. Hal ini gw rasa hanya akan membingungkan untuk dipelajari, karena kita hanya akan memaksakan otak kita untuk menghapal daripada mengerti. Tanpa pengertian, kamu hanya akan melupakan rumus2 tersebut dalam 2-3 hari. Here are recommended book for you to learn: Marthen Kanginan, M. Ali Yaz
Seperti kata pepatah, “Tell them, they will forget. Show them, they will know. Involve them, they will understand”. Semakin banyak kamu terlibat (i.e. tau), semakin banyak kamu mengerti.
Begitulah, belajar fisika itu menyenangkan. Kalau sudah tau selahnya, mudah untuk mengimplementasikannya.
Selamat belajar fisika!

Matematika itu menyenangkan IV

Pembagian Aneh

Suatu ketika sebuah keluarga mendapatkan hadiah dari suatu undian sebesar Rp.6.000.000,-. Dalam keluarga tersebut hadiah diterima oleh dua ayah dan dua anak. Ternyata setiap dari mereka mendapatkan uang sebesar Rp. 2.000.000,-. Bagaimanakah hal seperti ini dapat mungkin terjadi?

SOLUSI :Karena uang tersebut diberikan kepada tiga orang yaitu, kakek, ayah dan anak. Dua ayah adalah kakek dan ayah, sedangkan dua orang anak adalah ayah dan anak.

Matematika itu menyenangkan III

Pesawat Terbang

Sebuah pesawat terbang mengudara dari Jakarta ke Singapura dengan kecepatan 500 km/jam. Sebuah pesawat terbang yang lain mengudara dari Singapura ke Jakarta dengan kecepatan 450 km/jam. Ketika kedua pesawat tersebut saling berpapasan, pesawat manakah yang paling dekat dengan Singapura?

SOLUSI :Kedua pesawat tersebut sama-sama dekat dengan Singapura. Br4m

Matematika itu menyenangkan II

Potong Kue

Sebuah kue akan dibagikan kepada 8 orang. Berapa kali kue tesebut dapat dipotong seminimal mungkin sehingga didapat 8 bagian?

SOLUSI :3 kali potong. Potong menyilang di sisi atas kue tersebut sehingga kue terbagi menjadi 4 bagian. Setelah itu potong secara horisontal pada sisi samping kue tersebut. -QED-

Matematika itu menyenangkan I

Ada sebuah teka-teki. Teka-tekinya demikian! Di adakanlah sebuah perlombaan balap motor sejauh 10 meter. Tetapi perlombaan ini bukanlah sekedar balap motor biasa. Perlombaan ini adalah balapan antara dua orang A dan B dimana pemenangnya adalah bagi siapa saja yang MOTORnya finish paling akhir. Kedua motor memiliki kecepatan yang sama. Bagaimanakah perlombaan tersebut dapat berlangsung, dan bagaimana pula-lah perlombaan ini dapat dimenangkan? SOLUSI :Penggunaan logika terbalik digunakan dalam pemecahan teka-teki ini. Kita tidak bisa menunggu ke-dua orang tersebut saling berlomba untuk lambat-lambatan. Karena jika demikian, perlombaan ini tidak akan pernah berakhir karena keduanya akan memilih untuk tidak menjalankan motornya. Tapi jika kita melihat ketentuan pemenang lomba adalah yang motornya paling akhir finish bukan orangnya, maka dapat dibuat terbalik antara pengendara dan motornya, Yaitu pengendara A menggunakan motor B dan sebaliknya. Maka, kedua orang ini akan saling memacu motornya(motor saingannya) dengan cepat agar motornya yang dibawa saingannya bisa finish paling akhir. Demikianlah penjelasannya. Br4m

Jumat, 22 Agustus 2008

Moving Class ??

Strategi Pelaksanaan Moving Class dalam SKM
Strategi pembelajaran dengan sistem moving class merupakan salah satu syarat pelaksanaan Sekolah Kategori Mandiri dilaksanakan dengan pendekatan kelas mata pelajaran. Pendekatan ini mensyaratkan agar sekolah menyediakan kelas-kelas untuk kegiatan pembelajaran mata pelajaran tertentu atau untuk rumpun tertentu. Startegi ini memiliki beberapa keuntungan, yaitu:
Guru memiliki ruang mengajar sendiri yang memungkinkan untuk melakukan penataan sesuai karakteristik mata pelajaran
Guru memungkinkan untuk mengoptimalkan sumber-sumber belajar dan media pembelajaran yang dimiliki karena penggunaannya tidak terikat oleh keterbatasan sirkulasi dan troubeling.
Guru berperan secara aktif dalam mengontrol prilaku peserta didik dalam belajar.
Pembelajaran dengan Team Teaching mudah dilakukan karena guru-guru dalam mata pelajaran yang sama terkumpul dalam satu tempat sehingga memudahkan dalam koordinasi.
Penilaian terhadap hasil belajar peserta didik lebih obyektif dan optimal karena penilainnya dilakukan secara TIM sehingga dapat mengurangi inkonsistensi dalam penilaian terhadap mata pelajaran tertentu.
Untuk mencapai hasil yang optimal dalam pembelajaran yang dilakukan secara moving class maka perlu ditetapkan strategi pelaksanaannya. Pengorganisasian Pelaksana, tugas, kewajiban dan wewenang.
1. Penanggung Jawab Akademik
Penanggung jawab akademik secara umum memiliki peran sebagai wali kelas, disamping itu memiliki tugas dan kewajiban khusus:
Membuat rekap terhadap kejadian-kejadian khusus terhadap peserta didik yang menjadi tanggungjawabnya yang diserahkan kepada guru pembimbing
Memberi bimbingan terhadap peserta didik yang membutuhkan penanganan khusus dibidang akademik dalam rangka meningkatkan hasil belajarnya
Membantu peserta didik dalam menentukan beban belajar yang akan diambil (dalam sistem SKS)
Membuat rekap terhadap tingkat kehadiran peserta didik, mengumpulkan nilai hasil belajar peserta didik yang diserahkan kepada TIM TIK dalam rangka pengolahan laporan hasil belajar peserta didik (LHBPD).
2. TIM Pengembang TIK
TIM Pengembang TIK secara umum berkewajiban melakukan perawatan dan pengembangan prasarana TIK yang berkaitan dengan administrasi dan Pembelajaran. Secara khusus TIM TIK memiliki tugas:
Melakukan pengolahan nilai, baik untuk nilai midsemester maupun nilai semester yang telah diserahkan oleh Penanggung Jawab Akademik
Membuat Laporan hasil penilaian sesuai format yang berlaku
Membuat hasil analisa beban studi peserta didik berdasarkan data yang telah diserahkan oleh Penanggung Jawab Akademik
Membuat hasil analisa penjurusan peserta didik berdasarkan data yang telah diserahkan oleh Penanggung Jawab Akademik
Membuat hasil rekap mengenai kehadiran peserta didik, kehadiran guru berdasarkan data yang diserahkan oleh Penanggungjawab Akademik dan hasil input data Sistem Informasi Manajemen Absensi Guru dan Karyawan
3. TIM Pengelola Moving Class
TIM Pengelola moving class secara akademik dibawah Wakasek Urusan Kurikulum/Wakil Bidang Akademik yang secara umum menjalankan kewajiban dan tugasnya sesuai beban yang diberikan. TIM ini dapat dibentuk secara khusus dibawah Wakil Bidang Kurikulum yang secara Khusus memiliki tanggungjawab untuk:
Mengelola Jadwal dan Perencanaan moving class
Mengkoordinasi Penanggung Jawab Akademik dalam pelaksanaan administrasi dan bimbingan terhadap peserta didik
Menyiapkan format-format yang diperlukan untuk pengelolaan administrasi pembelajaran dan Pelaksanaan Pembelajaran
Menyusun peraturan dalam pelaksanaan kegiatan PBM, remedial dan Pengayaan, piket guru dan Penetapan Peraturan Akademiknya

Strategi Pengelolaan Moving Class
1. Pengelolaan Perpindahan Peserta didik
Peserta didik berpindah ruang belajar sesuai mata pelajaran yang diikuti berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan
Waktu perpindahan antar kelas adalah 5 menit.
Peserta didik diberi kebebasan untuk menentukan tempat duduknya sendiri
Peserta didik perlu ditegaskan peraturan tentang penggunaan ruang dan tata tertib dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran serta konsekuen-sinya
Bel tanda perpindahan suatu kegiatan pembelajaran dibunyikan pada saat pelajaran kurang 5 menit.
Sebelum tersedia loker, peserta didik diperkenankan membawa tas masuk dalam ruang belajar. Kegiatan pembelajaran di Laboratorium dibuat peraturan tersendiri hasil kesepakatan guru dengan laboran
Peserta didik diberi toleransi keterlambatan 10 menit, diluar waktu tersebut peserta didik tidak diperkenankan masuk kelas sebelum melapor kepada guru piket atau Penanggung Jawab Akademik
Keterlambatan berturut-turut lebih dari 3 (tiga) kali diadakan tindakan pembinaan yang dilakukan Penanggung Jawab akademik bersama dengan Guru Pembimbing.
2. Pengelolaan ruang belajar-Mengajar
Guru diperkenankan untuk mengatur ruang belajar sesuai karakteristik mata pelajarannya
Ruang belajar setidak-tidaknya memiliki sarana dan media pembelajaran yang sesuai, Jadwal Mengajar Guru, Tata Tertib Peserta didik dan Daftar Inventaris yang ditempel di dinding.
Ruang belajar dapat dilengkapi dengan perpustakaan referensi dan sarana lainnya yang mendukung proses Pembelajaran
Tiap rumpun Mata pelajaran telah disediakan prasarana multimedia. Penggunaan prasarana diatur oleh Penanggung Jawab Rumpun Mata Pelajaran
Guru bertanggungjawab terhadap ruang belajar yang ditempatinya. Dengan demikian setiap guru memiliki kunci untuk ruang masing-masing.
3. Pengelolaan Pembelajaran
Pembelajaran dilaksanakan secara TIM (Team Teaching) yang minmal terdiri dari 2 orang guru, dimana 1 orang guru sebagai guru utama dan yang lain sebagai kolaboran/asisten
Dalam TIM Teaching, ada 1 guru yang bertanggung jawab untuk tingkat kelas yang berbeda. Misal : Guru penanggungjawab kelas X, Guru Penanggungjawab kelas XI dan Guru Penanggungjawab kelas XII.
Apabila ada seorang guru tidak dapat mengajar karena suatu hal atau sedang melaksanakan tugas dan kegiatan kedinasan lain yang berkaitan dengan Peningkatan mutu, dapat digantikan dengan kolaboran dan kepada yang bersangkutan mengganti hari-hari tidak mengajar kepada kolaboran sebagai guru utama . Misalnya Seorang guru utama kelas X mempunyai kolaboran guru utama kelas XI, apabila guru utama kelas X tidak mengajar 6 jam maka yang bersangkutan berkewajiban mengganti sebagai guru utama kelas XI sebanyak 6 jam pelajaran.
4. Pengelolaan Administrasi Guru dan Peserta didik
Guru berkewajiban mengisi daftar hadir peserta didik dan guru
Guru membuat catatan-catan tentang kejadian-kejadian di kelas brerdasarkan format yang telah disediakan
Guru mengisi laporan kemajuan belajar peserta didik, absensi peserta didik, keterlambatan peserta didik dan membuat rekapan sesuai format yang disediakan
Guru membuat laporan terhadap hal-hal khusus yang memerlukan penanganan kepada Penanggung Jawab Akademik
Guru membuat Jadwal topik/materi yang diajarkan kepada peserta didik yang ditempel di ruang belajar
5. Pengelolaan Remedial dan Pengayaan
Remedial dan Pengayaan dilaksanakan diluar jam kegiatan Tatap Mu-ka dan Praktik.
Remedial dan Pengayaan dilaksanakan secara TIM Teaching, dimana kolaboran dapat menjadi guru utama pada materi tertentu
Kegiatan Remedial dan Pengayaan dapat menggunakan waktu dalam kegiatan Pembelajaran Tugas Terstruktur (25 menit) maupun Tak terstruktur ( 25 menit ) .
Remedial dan Pengayaan dilaksanakan dalam waktu berbeda maupun secara bersamaan jika memungkinkan, misal : Guru utama memberi pengayaan, sedangkan kolaboran memberi remedial.
Remedial dan Pengayaan dilaksanakan secara berkelanjutan berdasarkan hasil analisis postest , ulangan harian dan ulangan mid semester.
6. Pengelolaan Penilaian
Penilaian dilakukan untuk mengukur proses dan produk hasil pembelajaran
Penilaian Proses dilakukan setiap saat untuk menilai kemajuan belajar peserta didik, sedangkan penilaian produk/hasil belajar dilakukan melalui ulangan harian, mid semester maupun ulangan semester.
Penilaian meliputi Kognitif, Praktik dan Sikap yang disesuaikan dengan peraturan yang telah ditetapkan serta mengacu pada karakteristik mata pelajaran
Hasil penilaian dimasukkan sesuai dengan format yang telah disediakan dalam bentuk file exel yang kemudian diserahkan kepada Penanggung Jawab Akademik
Untuk memudahkan Pengelolaan hasil penilaian maka hasil-hasil penilaian harian yang telah dilaksanakan segera diserahkan kepada Penaggung Jawab Akademik agar dapat dimasukkan kedalam Pengelolaan SIM Sekolah oleh TIM TIK
Tidak diadakan Remedial untuk ujian/ulangan semester. Remedial dilakukan sesuai dengan ketentuan pengelolaan Remedial dan Pengayaan. Guru mata pelajaran bertanggungjawab dan memiliki kewenangan penuh terhadap hasil penilaian terhadap mata pelajaran yang diampunya. Segala perubahan terhadap hasil penilaian hanya dapat dilakukan oleh guru yang bersangkutan.

Staff Kur. SMA Triguna

Sistem SKS di SMA Triguna ??

Sistem SKS di SMA itu kaya gini nih .....

Pada dasarnya profil SKM adalah sekolah yang telmemenuhi atau hampir memenuhi standart nasional pendidikan . Sekolah katagori ini diharapkan mampu mengoptimalisasi pencapaian tujuan pendidikan, potensi dab sumber daya yang dimiliki untuk melaksanakan proses KBM yang dapat mengembangkan potensi peserta didik sehingga manghasilkan lulusan yang berkualitas.
Sekolah Kategori Mandiri memiliki persyaratan minimal sebagai berikut: A. DUKUNGAN INTERNAL
1). Kinerja Sekolah
a). Terakreditasi A (bagi yang sudah diakreditasi)
b). Rerata nilai UN tiga tahun terakhir minimum 7,00
c). Persentase kelulusan UN ≥ 90 % untuk tiga tahun terakhir
d). Animo tiga tahun terakhir > dari daya tampung
e). Prestasi akademik dan non akademik yang dicapai
f). Melaksanakan manajemen berbasis sekolah
g). Jumlah siswa per kelas maksimal 32 orang
h). Ada pertemuan rutin pimpinan dengan guru
i). Ada pertemuan rutin sekolah dengan orang tua
2). Kurikulum
a). Memiliki Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang mencerminkan kurikulum Sekolah Kategori Mandiri
b). Beban belajar dinyatakan dengan Satuan Kredit Semester.
c). Mata pelajaran yang harus diikuti oleh peserta didik dikelompokkan menjadi 3 (tiga) yaitu wajib (mata pelajaran pokok) dan pilihan (paket dan bebas).
3). Ketersediaan Panduan pelaksanaan
a). Memiliki pedoman pembelajaran
b). Memiliki pedoman pemilihan mata pelajaran sesuai dengan potensi dan minat
c). Memiliki panduan menjajagi potensi peserta didik
d). Memiliki pedoman penilaian

4). Kesiapan sekolah
a). Sekolah menyatakan ingin melaksanakan Sistem Kredit Semester
b). Persentase guru yang menyatakan ingin melaksanakan SKS ≥ 90%
c). Pernyataan staf administrasi akademik bersedia melaksanakan SKS
d). Kemampuan staf administrasi akademik dalam menggunakan komputer
5). Kesiapan Sumber Daya Manusia
a). Persentase guru memenuhi kualifikasi akademik ≥ 75%
b). Relevansi guru setiap mata pelajaran dengan latar belakang pendidikan (90 %)
c). Rasio guru dan siswa 1 : 20
d). Jumlah tenaga administrasi akademik sesuai ketentuan
e). Guru bimbingan konseling/karir
6). Ketersediaan Fasilitas
a). Ruang kepala Sekolah
b). Ruang wakil kepala sekolah
c). Ruang guru
d). Ruang bimbingan
e). Ruang Unit Kesehatan
f). Tempat Olah Raga
g). Tempat ibadah
h). Lapangan bermain
i). Komputer untuk administrasi
j). Memiliki laboratorium:
§ Bahasa
§ Teknologi informasi/komputer
§ Fisika
§ Kimia
§ Biologi
§ Multimedia
§ IPS
k). Perpustakaan memiliki koleksi buku setiap mata pelajaran dan dikelola .
l). Layananan bimbingan karir

B. DUKUNGAN EKSTERNAL
1). Dukungan dari komite sekolah
2). Persentase orang tua yang menyatakan bersedia putranya mengikuti pembelajaran dengan SKS ≥ 60 %
3). Dukungan dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota secara tertulis (kebijakan dan fasilitas/pembiayaan)
4). Dukungan tenaga pendamping/nara sumber dalam keseluruhan proses pengambangan dan pelaksanaan SKM

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, pasal 11 ayat (3) menyatakan bahwa beban belajar untuk SMA/MA/SMLB, SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori mandiri dinyatakan dalam satuan kredit semester. Ketentuan tersebut mengisyaratkan bahwa sekolah kategori mandiri harus menerapkan sistem satuan kredit semester.
Satuan Kredit Semester (SKS) menurut Standar Isi adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya menentukan sendiri beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti setiap semester pada satuan pendidikan.

SISTEM KREDIT SEMESTER ( SKS )
1. Dasar penerapan Satuan Kredit Semester adalah:
a. Kecepatan belajar siswa tidak sama
b. Potensi belajar siswa tidak sama
c. Minat siswa terhadap mata pelajaran tidak sama
d. Siswa akan sukses bila belajar sesuai dengan potensi dan minatnya.
e. Siswa dapat menyelesaikan studi selama 5 semester dan bisa lebih dari 6 semester

2. Kurikulum Sistem Kredit Semeter adalah:
a. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar disusun menjadi satuan kredit semester, yaitu 120 SKS
b. Mata pelajaran:
1). Wajib/Pokok untuk seluruh peserta didik
2). Pilihan Paket, sebagai dasar untuk mendukung bidang kemampuan yang akan dipilih di perguruan tunggi.
3). Pilihan Bebas, sesuai dengan bakat dan minat peserta didik.
4). Kelompok MP Pilihan Paket, meliputi berbagai bidang kemampuan yang diperlukan peserta didik untuk melanjutkan ke pendidikan lebih lanjut, yang mencakup:
a). Program akademik: Teknik, Ilmu kesehatan, Sains, Ekonomi, Ilmu Sosial, Bahasa, Hukum, dan sebagainya
b). Program profesional: Politeknik.
c. Beban belajar siswa dinyatakan dengan satuan kredit semester (SKS), yaitu 16 sampai 27 SKS per semester. Kecepatan belajar normal adalah 20 SKS per semester.
d. Satu SKS untuk mata pelajaran teori terdiri atas:
1). 45 menit tatap muka
2). 25 menit penugasan akademik terstruktur dan kegiatan akademik mandiri tidak terstruktur
e. Satu SKS pelajaran praktikum terdiri atas 2 sampai 3 jam praktek di laboratorium atau bengkel
f. Mata pelajaran pilihan ditawarkan mulai semester 3

3. Beban Belajar:
a. Semester 1 dan 2 sebanyak 20 SKS
b. Semester 3 dan seterusnya bisa 16 SKS sampai 28 SKS sesuai dengan prestasi yang dicapai pada semester sebelumya
c. Dimungkinkan siswa lulus kurang dari 6 (enam) semester
d. Pemilihan mata pelajaran sesuai dengan potensi, minat, dan kecepatan belajar siswa melalui bimbingan dari penasehat akademik siswa

4. Pembelajaran:
a. Pelaksanaan pembelajaran menerapkan pendekatan tatap muka, kegiatan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Oleh karena itu siswa didorong untuk dapat belajar secara mandiri.
b. Menerapkan pengelolaan pembelajaran dengan sistem siswa pindah ruang kelas (moving class). Untuk itu diperlukan kelas mata pelajaran.
c. Guru menyediakan jadwal untuk konsultasi mata pelajaran.
e. Jadwal pemanfaatan laboratorium untuk kegiataan di luar jadwal rutin
f. Pemanfaatan perpustakaan
g. Penasehat akademik mendeteksi potensi siswa, bisa dengan tes bakat disertai data prestasi belajar.
h. Ada program remedi sepanjang semester (tidak ada batasan frekuensi pelaksanaan remedi dalam satu semester sehingga diperlukan perangkat pendukung untuk pelaksanan remedi antara lain dalam bentuk modul pembelajaran mandiri yang disiapkan oleh guru)
i. Menerapkan pembelajaran berbasis TIK
5. Penilaian:
a. Bentuk penilaian: tugas-tugas, ujian midsemester dan ujian semester
b. Penilaian menggunakan acuan kriteria dengan kategori A, B, C, dan D
c. Konversi skor menjadi grade, dan konversi grade menjadi skala 4
d. Lulus minimum mencapai nilai C
e. Syarat lulus dari sekolah indeks prestasi minimum 2,00
6. Administrasi Akademik:
a. Setiap siswa di bawah bimbingan penasehat akademik membuat rencana studi, kemudian bisa direvisi atas dasar prestasi yang dicapai siswa
b. Administrasi data prestasi siswa
c. Mata kuliah pilihan ditawarkan setelah semester 3

Somoga saja tahun depan SMA Triguna dapat Melaksanakan sistem SKS ini, Doain aja yah ...

M.Bramnas Hede, S.Kom